Siswa SMK Diamankan Setelah Ketahuan Melempari Petugas Dengan Benda Keras
Pelajar SMK dengan inisial HK (16) sudah teridentifikasi warga Timuran, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah harus diamankan oleh petugas karena sudah terciduk melempari polisi dengan kelereng dan ketapel pada saat aksi demo di depan Gedung DPRD Kota Solo di gelar pada hari Senin (30/9/2019) kejadian tersbeut terjadi pada saat malam hari.
Beserta barang bukti berupa kelereng dan juga ketapel yang digunakan pelajar untuk menyerang polisi juga ikut diamankan petugas.
Pelajar HK saat penangkapan terjadi, dikatakan Kepala Kepolisian Resort Kota Solo, Ajun Komisaris Besar Polisi Andy Rifai mengatakan pada saat penangkapan HK tidak sedang memakai seragam sekolah dan saat ditanya HK mengaku masih duduk di bangku kelas X SMK.
"Saat ricuh anggota yang berjaga di luar melihat pelaku sedang melontarkan kelereng dengan ketapel ke arah anggota dan langsung diamankan. Saat kita geledah, kita temukan kelereng dan ketapel dari tangannya," ujarnya.
Pelaku, lanjut Kapolresta langsunhg dibawa ke Mapolresta untuk dimintai keterangan. Saat itu ia mengaku memang sengaja membawa ketapel dan kelereng dari rumah sebelum berangkat untuk ikut aksi demo di depan Gedung DPRD Solo.
"Kemungkinan yang menyerang menggunakan kelereng dan ketapel banyak karena banyaknya kelereng yang kita temukan di halaman DPRD, tapi yang kita tangkap tangan satu pelaku ini. Dan dia juga mengaku berangkat sendiri," imbuh Kapolresta.
Setelah dimintai keterangan, petugas pun menghubungi orang tua HK dan juga guru sekolahnya. Mengingat usianya yang masih di bawah umur, sehingga pwtugas hanya memberikan pembinaan dan wajib lapor.
"Kemarin malam sudah kita minta juga membuat pernyataan tertulis dan yang bersangkutan sudah dibawa pulang orang tuanya," ujar Andy.
Sementara itu, dari aksi pelemparan batu peserta demo kepada petugas yang mengamankan aksi, Andy mengatakan ada tujuh polisi yang mengalami luka. Lima diantaranya Polisi Wanita (Polwan) dan dua Polisi Laki-Laki (Polki).
"Lukanya memar di kaki, dada, serta kepala. Kondisinya sudah pulih dan rawat jalan. Mayoritas yang kena memang Polwan karena saat caos mereka berada di depan, sehingga tidak sempat menghindar," papar Kapolresta.
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment