Lebih dari 200 Warga Australia Diperbolehkan Pulang Setelah Dikarantina di Pulau Christmas

sumber: 
Ceknricek.com
Lebih dari 200 warga Australia yang dikarantina selama 14 hari di Pulau Christmas akhirnya sudah dipulangkan. Karantina ini karena warga Australia yang dievakuasi dari Wuhan pada 3 Februari 2020.

Pada hari Senin (17/2/2020) warga yang dipulangkan termasuk anak-anak pada malam hari. mereka yang dikarantina selama 14 hari mengaku sangat lega dan senang karena sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing.

"Saya sangat senang kita bisa pulang sekarang. Saya merasa sangat beruntung," Catherine Chen yang mendarat di Perth, dilansir dari laman BBC, Selasa (18/2).

Perasaan yang sama diungkapkan oleh satu keluarga yang mendarat di Sydney.

"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Australia dan tanggapan mereka terhadap situasi ini, dan menyewa pesawat agar keluarga saya bisa kembali," kata pria bernama Mel Pleno bersama istri dan anak-anaknya.

Tak satu pun dari yang kembali akan diminta untuk mengambil tes lebih lanjut.

Pulau Christmas adalah pulau terpencil yang berjarak sekitar 2.700 km dari daratan Australia. Pulau itu difungsikan sebagai tempat penampungan imigran atau pencari suaka sejak 2003.


Data terakhir dari CNN menunjukkan ada 73.325 orang dinyatakan terjangkit corona virus dengan angka kematian mencapai 1.873 di seluruh dunia. Sebanyak 1.886 kematian terjadi di China dan 5 lainnya di luar negeri yakni Perancis, Hong Kong, Jepang, Filipina, dan Taiwan.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Melalui Situng Sementara KPU RI, Paslon 01 Ungguli Paslon 02

Menteri Keuangan Memastikan Akan Pencairan Kenaikan Gaji PNS

Paslon Nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga Dapat Dukungan dari Eks HTI